Thank’s
to UNPAB
Assalamu’alaikum Warhmatullah
Wabarakatuh,,
Hallo
Para Pemenang,,,
Selamat
datang di situs blog The Winner’s
Inspiring Journey.
Sebelum saya menyampaikan kisah
perjalan saya dipertengahan tahun 2017, satu hal yang perlu kita ketahui, bahwa tidak ada satupun manusia dimuka bumi
ini yang tidak Allah takdirkan menjadi seorang pemenang. Allah telah
takdirkan kita menjadi seorang pemenang bahkan jauh sebelum kita terlahir
kemuka bumi ini. Saya, kamu dan kita semua merupakan satu sel sperma terpilih
dari ratusan jutaan sel sperma ( dalam ilmu biologi menyebut 100jt-700jt sel
sperma) yang berjuang untuk
dapat menembus satu sel telur agar dapat dibuahi. Perjuangan ratusan juta sel sperma ini tidaklah mudah, begitu
banyak halangan dan rintangan yang menghadang, sehingga banyak sel sperma yang
gugur dalam perjuangan itu. Namun, akhirnya ada 1 sel sperma yang berhasil
bertahan dan memenangkan perjuangan itu, dan sel sperma itu adalah kita yang hari
ini berjuang untuk kembali menjemput takdir kita sebagai seorang pemenang.
Namun
kini perjuangan dalam kehidupan dunia untuk memantasan diri menjadi seorang
pemenang tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Semua perjuangan
membutuhkan pilihan. Dan setiap pilihan harus ada yang dikorbankan. Tapi
yakinlah sesungguhnya Allah lebih cerdas dari pada hamba-Nya.
Allah tidak akan memberikan sebuah pilihan pada hambanya tanpa ada ending yang
bahagia dalam perjalananya. Allah tidak mendustakan hamba-Nya yang terus
berjuang dan berusaha. Dan sudahlah menjadi suatu hal yang pasti, bahwa ketika Allah berkata Kun Fayakun (jadilah, maka jadilah) maka tidak ada yang tidak
mungkin terjadi dalam kehidupan seorang hamba-Nya.
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا
أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
“Sesungguhnya
urusannya-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya,
Jadilah! Maka jadilah ia.” (QS. Yasin : 82)
*******
Juli
2017, merupakan bulan dimana para siswa/i SMA yang duduk di kelas XII mulai
mengalami kegalauan akan keberlanjutan pendidikannya ke jenjang selanjutnya.
Begitu juga dengan diri ini, kegelisahan dalam hati yang begitu dalam akan
hasil pengumuman kelulusan jalur undangan masuk perguruan tinggi tanpa seleksi.
Kegalauan itu berakhir ketika pada hari pengumuman, diri ini dinyatakan lulus masuk
perguruan tinggi negeri ternama di kota Malang. Rasa syukur yang mendalam akan
hasil pengumuman ini sangat dirasakan
oleh dirinya yang tak menyangka,
seorang bocah ingusan dari sebuah desa, kini akan merantau di sebuah
kota besar yang dijuluki sebagai kota pendidikan. Semua berkas disiapkan
pendaftaran ulang untuk masuk ke perguruan tinggi tersebut sembari menunggu
pengumuman beasiswa BIDIKMISI yang sebelumnya diikuti berbarengan dengan
pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi tersebut.
Namun
apalah daya, ketika hasil pengumuman seleksi penerima beasiswa BIDIKMISI
perguruan tersebut dipublis melalui portal resminya, ternyata diri ini
dinyatakan TIDAK LULUS. Allahu Rabbi,... Keterbatasan ekonomi, membuat harapan
ini pupus, karena biaya kuliah yang sangat mahal jika tidak mendapatkan
beasiswa tersebut.
Tidak
sampai disitu, dari kondisi yang sedang saat itu dialami, memacu motivasi diri ini untuk terus
semangat untuk kemudian kembali mengikuti jalur lain untuk dapat masuk
keperguruan tinggi tersebut melalui jalur seleksi ujian tulis masuk perguruan
tinggi negeri.
Satu
hal yang pasti bahwa Allah lebih cerdas dari pada hamban-Nya, dan Allah
tidaklah memberikan ujian kepada hamba-Nya diluar dari kesaggupan hamba-Nya
untuk melaluinya.
Dengan
rasa yang optimis, diri inipun kemudian mengikuti seleksi ujian tersebut, dan
berdo’a agar Allah memberikan takdir yang terbaik dari usaha yang hari ini
dilakukan. Karena hal tidak ada hal yang terbaik dilakukan setalah kita
berusaha selain beserah diri dan bertawakkal kepada Allah akan segaa hasil yang
diluar kesanggupan manusia dalam meprediksi dan menentukannya.
*******
Beberapa
bulan kemudian, keluar hasil pengumuman seleksi ujian tersebut. Syukur
alhamdulillah, diri ini kembali dinyatakan LULUS masuk perguruan tinggi yang sama
dengan jurusan yang sama juga dengan kelulusan di jalur sebelumnya.
MaSyaAllah,, Allah kembali membayar usaha diri ini dengan hasil yang sangat
memuaskan. Kini, diri ini tidak terlalu berlebihan dalam mengekspresikan kebahagian
ini, karena setelah pengumuman kelulusan masuk perguruan tinggi tersebut,
selanjutnya akan ada pengumuaman kembali atas kelulusan mahasiswa yang diterima
sebagai penerima beasiswa BIDIKMISI dari jalur ini.
Harapan
demi harapan kini tersemai didalam hati agar ketika pengumuman, diri ini
dinyatkan lulus kembali. Tapi, apapun yang menjadi hasil nantinya sudah pasti merupakan ketentuan terbaik yang Allah berikan untuk diri ini.
يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ
الْقَدِيرُ
“Allah menciptakan apa
saja yang Dia kehendaki, dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”
(QS. Ar- Rum: 54)
Subhanallah,
Maha Suci Allah, tidak ada dzat yang paling tahu akan segala takdir hamba-Nya,
kecuali Dialah yang Maha Tahu. Untuk kedua kalinya diri ini diuji dengan ketentuan
yang telah Allah tentukan diluar kuasa hamba-Nya. Hasil pengumuman yang kembali
menyatakan diri ini TIDAK LULUS sebagai penerima beasiswa, sudah memfonis diri
ini untuk sementara harus mengubur dalam-dalam harapan untuk dapat melanjutkan
pedidikan di kota pendidikan tersebut. Tinggalah ketawakkalan diri yag terus
menyakinkan, bahwa segalanya adalah ketentuan Allah yang paling terbaik untuk
seorang hamba-Nya
*******
Universitas
Pembangunan Panca Budi atau disingkat UNPAB merupakan universitas swasta di
kota Medan, yang kemudian menjadi kampus kuning yang sangat membantu proses
kebangkitan diri ini, untuk terus berjuang.
*******
Tidak
pernah terbesit sebelumnya dalam pikirian ini sebuah universitas yang bernama
Universitas Pembangunan Panca Budi. Bahkan mengenal namanya sajapun baru tahu
ketika kaki ini mengijakkan telapaknya didepan pintu gerbang universitas
tersebut bersama seorang teman kakak yang menemani diri ini untuk mendaftar ke
universitas tersebut.
Nah,
dibalik pandangan remeh diri ini saat itu, ternyata Allah telah memberikan pelajaran kepada diri ini melalui kenyataan yang nantinya diri ini dapatkan.
Ternyata penilaian manusia terhadap suatu hal yang baru diketahuinya adalah sebuah penilaian abstark yang belum tersusun
dan terbentuk jelas akan apa yang sebenarnya menjadi kenyataan yang telah Allah
siapkan.
Dari
universitas inilah, ternyata Allah juga
telah menyusun skenario perjalanan diri ini melalui kemurahan hati universitas
yang telah memberikan diri ini beasiswa, mengizinkan dan mengakomodasi diri ini
untuk pertama kalinya melihat awan dan menyebrangi selat sunda, serta
menginjakan kaki di 5 kota besar di Indonesia, untuk mememantaskan diri dan
menjemput asa.
*Bersambung...


Teruslah menginspirasi waheddd..😍
BalasHapusMantap akh, calon Gubernur Mahasiswa Fakultas SAINTEK😁
BalasHapusmantapp.. lanjutkan... jaga niat..
BalasHapus